Jelang Ramadhan

Tidak terasa, sekarang kita telah memasuki bulan Sya’ban. Itu artinya sebentar lagi akan datang Ramadhan, bulan yang agung, bulan yang dinanti-nanti seluruh orang-orang beriman.  Bulan yang penuh berkah, penuh ampunan, sehingga jika seseorang berhasil menjalankannya dengan sempurna maka ia laksana bayi yang baru dilahirkan, tanpa dosa.

Banyak diantara kita termasuk saya merasa terkaget, tidak sadar, tau-tau udah masuk Ramadhan. Bahkan terlontar ucapan ” Eh besok puasa ya…”.

Memang benar ternyata dunia itu melalaikan kita. Saking sibuknya dengan aktifitas sehari-hari, kita lupa waktu! Pantaslah Allah SWT mengatakan bahwa Manusia itu benar-benar merugi karena telah lalai.

Mari kita bertanya pada diri kita masing-masing, apa yang telah kita persiapkan untuk menyambut Ramadhan? Sudahkan kita persiapkan diri kita dari bulan Rajab seperti yang dituntunkan oleh Rasulullah?

Bulan Rajab telah berlalu… Sya’ban juga telah hampir separonya… masihkah kita terlena…?

Tidak ada kata terlambat untuk kebaikan, mari kita mulai dari sekarang, siapkan diri kita untuk menyambut tamu agung yaitu Ramadhan, raih kemenangan.

Walaupun terlambat, lantunkanlah do’a ” Allahumma bariklana fii rajab wa sya’ban wa balighna Ramadhan.”

Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.

Karena sekarang kita sudah berada di bulan Sya’ban, marilah kita lihat apa-apa yang diajarkan Nabi kita untuk dilakukan di bulan sya’ban dalam rangka persiapan menyambut Ramadhan melalui hadits-hadits berikut :

Diriwayatkan bahwa Rasululloh SAW bersabda “Bulan Sya’ban itu bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadhan. Ia adalah bulan diangkatnya amal-amal oleh Tuhan. Aku menginginkan saat diangkat amalku aku dalam keadaan sedang berpuasa.” (HR Nasa’I dari Usamah)

Riwayat lain yg serupa menuliskan: Dari Usamah bin Zaid berkata: Saya bertanya: “Wahai Rasululloh SAW, saya tidak melihat engkau puasa disuatu bulan lebih banyak melebihi bulan Sya’ban”. Rasul saw bersabda:”Bulan tersebut banyak dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan diangkat amal-amal kepada Rabb alam semesta, maka saya suka amal saya diangkat sedang saya dalam kondisi puasa” (Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa?i dan Ibnu Huzaimah).

Dari Aisyah ra. berkata,” Saya tidak melihat Rasululloh SAW menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya’ban.” (HR Muslim)

Kalau kita simpulkan, intinya di bulan Sya’ban ini kita harus meningkatkan ibadah kita terutama puasa sunnah.  Dan bisa dikatakan pada bulan sya’ban ini kita melakukan pemanasan, warming up! Sehingga jika datang Ramadhan kita sudah siap.

Mari kita kuatkan tekad… semoga Allah Swt selalu memberikan kekuatan, kesehatan kepada kita semua. Amin.

Semoga bermanfaat, terutama bagi diri saya pribadi.

Wassalam,

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s